Kabel Rumah Dan Kabel Instalasi
Jenis kabel yang banyak digunakan untuk instalasi rumahtinggal pasangan tetap ialah kabel rumah NYA (dahulu juga banyak digunakan NGA), dan kabel instalasi NYM.
1 Penggunaan NYA dan NGA
Tentang penggunaan NYA dan NGA berlaku ketentuan-ketentuan berikut:
- Untuk pemasangan tetap harus dalam jangkauan tangan, NYA dan NGA di lindungi pipa instalasi
- Diruang lembab, NYA dan Nga harus di pasang dalam pipa PVC (ayat 742 A9)
- NYA dan NGA tidak boleh dipasang langsung menempel pada plasteran atau kayu, di tanam langsung di dalam plasteran atau kayu, tetapi harus dilindungi dengan pipa instalasi (ayat 742 A1)
- Kalau dipasang diluar jangkauan tangan, NYA dan NGA boleh dipasang terbuka dengan mengunakaan isolator jepit atau isolator rol; cara pemasangan nya harus sedemikian hingga ada jarak bebas minimal 1 cm terhadap dinding dan terhadap bagian lain dari bangunan atau konstruksi (ayat 742 A2)
- NYA dan NGA boleh diunakan di dalam alat listrik, perlengkapan hubungbagi dan sebagainya;
- NYA dan NGA tidak bolah digunakan di ruangan basah, di alam terbuka atau di tempat kerja atau gedung dengan bahaya kebakaran atau ledakan .

Jumalah kabel rumah yang boleh dipasang dalam satu pipa instalasi, tidak boleh melebihi jumlah yang tercamtum dalam table 3.2 untuk NYA dan table 3.3 untuk NGA (ayat 743 A6).
Untuk ukuran – ukuran yang tidak tercamtum dalam table 3.3, jumlah kabel rumah yang boleh dipasang dalam satu pipa instalasi ditentukan sedemikian hinggga fk tor pengisian tidak melebihi ketentuan dibawah ini (ayat 743 A8).
Jumlah kabel Rumah Rumah faktor pengisian
dalam satu pipa Maksimum
1 50 %
2 33 1/3 %
3 atau lebih 40 %

Dimana Jumlah Luas Penampang
faktor pengisian = luar semua kabel rumah X 100%
Luas penampang dalam
dari pipa

2. Penggunaan NYM

Tentang penggunaanNYM berlku ketentuan – ketentuan berikut ini (ayat 742 B1):

- NYM boleh dipasang langsung menempel pada plesteran kayu atau ditanam langsung dalam plasteran, juga di ruang lembab atau basah, di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan
- NYM juga boleh dipasang langsung pada bagian-bagian lain dan bangunan kontruksi, rangka dan sebagainya,asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya.
- NYM tidak boleh dipasang didalam tanah.
Untuk pemasangannya digunakan klem dengan jarak antara yang cukup rapat, sehingga kobelnya terpasang rapi, lurus dan tidak melendut.
Kalau dipasang di ruang lembab harus di gunakan kotak sambung yang kedap air dan kedap lembab (ayat 742 B3).
3 Identifikasi hantaran dengan warna
Mengenal penggunaan warna untuk identifikasi hantaran berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini (pasal 720).
- Untuk hantaran pertaanahan hanya boleh digunakan warna majemuk hijau-kuning. Warna ini tidak boleh digunakan untuk tujun lin.
- Pada instalasi dengan warna netral atau kawat tengah digunakan warna biru.
- Pada instalasi 3 fasa, warna yang harus digunakan untuk fasa-fasa adalah:
1. Fasa 1 (fasa R) : Merah
2. Fasa 2 (fasa S) : Kuning
3. Fasa 3 (fasa T) : Hitam
- Ketentuan-ketentuan di atas berlaku untuk semua instalasi penerangan tetap maupun sementara, termasuk dalam perlengkapan hubungan-bagi.
- Kabel berselubung berurat boleh digunakan untuk hantaran fasa, netral maupun pertanahan, asalkan isolasinya yang terlihat dikedua ujung kebel (yaitu bagian yang dikupas selubungnya), dibalut dengan pita berwarna yang sesuai dengan warna-warna tersebut diatas(ayat 729 F10.
Ketentuan-ketentuan diatas berlaku untuk hantaran berisolasi tunggal seperti NYA dan NGA, maupun kabel untuk berurat banyak, seperti NYM,NYY dan lainnya.
4. Luas penampang Hantaran
Luas penampng hantaran yang harus digunakan pertama-tama ditentukan oleh kemampuan hantar arus yang diperlukan dan suhu keliling yang harus diperhitungkan. Selain itu harus juga diperhatikan rugi tegangannya. Menurut ayat 413 A5, rugi tegangan antara perlengkapan hubung-bagi utama (yaitu berada di dekat Kwh-Meter PLN) dan setiap titik pada keadaan stasioner dengan beban penuh, tidak boleh melebihi 5%.
Disamping itu juga dipertimbangkan juga kemungkinan perluasan instalasi dikemudian hari, dan kekuatan mekanis hantarannya.
Menurut ayat 840 B1, untuk instalasi rumah tinggal pasangan tetap, hantarannya hjarus memiliki luas penampang sekurang-kurannya 1,5 mm²
Untuk saluran dua kawat, hantaran netralnya harus memiliki luas penampang sama dengan luas penampang hantarn fsanya (ayat 413 A4 sub a)
Untuk saluran fasa-tiga dengan hantaran netral, kemampuan hantar arus hantar netralnya harus sesuai dengan arus maksimum yang mungkin timbul dalam keadaan beban yang tak seimbang yng normal (ayat 413 sub b). Luas penampangbya harus sekurang-kurannya sama dengan luas penampng yang tercntum dalam table 3.4.
Dalam satu saluran fasa-tiga, semua hantaran fasanya harus memiliki luas penampang yang sama. Pengecualian hanya diperkenankan untuk keadaan-keadaan khusus (ayat 413 A3).

5. pembagian beban
untuk instalasiyang dibuhubungkan dengan tiga fasa, bebnnya harus dibagi setara mungkin atas masing-masing fasa.
Instalasi, harus dihubungkan dengan lebih dari satu rangkaian akhir dan sedapat mungkin dengan fasa yang berbeda. Ini terutama penting untuk gedung-gedung, dimana padamnya penrangan secara tiba-tiba dapt menimbulkan panik, misalnya di gedung pertunjukan, toko-toko, pasar dan sebagainya. Digedung-gedung demikian, penerangan ruangan dengan lebih dari enam titik lampu, penerangan di gang, tangga dan tempat keluar, harus dibagi atas sekurang-kurangnya dua rangkaian dan sedapat mungkin dibagi atas beberapa fasa (ayat 841 A5).


Persiapan Ujian Nasional

Untuk melakukan ujian dengan baik, mula-mula kamu harus mempelajari dan melakukan review materi sebelum ujian. Berikut adalah beberapa teknik untuk memahami materi ujian dengan lebih baik:

Belajar - Pasca Belajar

* Review catatanmu segera setelah kelas.
* Review catatanmu dengan singkat sebelum masuk kelas kembali.
* Jadwalkan waktu yang agak lama untuk review catatan tersebut setiap minggunya

Review

* Atur catatan, teks dan tugas-tugasmu.
* Perkirakan waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan review.
* Buatlah jadwal review yang terdiri dari waktu dan bahan materi.
* Ujilah dirimu sendiri dengan materi tersebut.
* Selesaikan belajarmu sehari sebelum ujian dimulai

Persiapan diri

Persiapan diri adalah persiapan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri, yang meliputi persiapan fisik dan persiapan mental. Persiapan fisik berkaitan dengan persiapan jasmani/fisik dan persiapan kesehatan. Anda harus menjaga kesehatan sebelum ujian. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya seseorang mengikuti ujian bila dalam keadaan sakit. Agar diri Anda tetap sehat secara fisik menjelang pelaksanaan ujian, Anda harus rajin berolahraga. Usahakan istirahat secara teratur dan tidur jangan terlalu malam.

Persiapan mental ialah persiapan yang berkaitan dengan sikap mental, psikis, dan emosi. Upayakan agar situasi pribadi terutama sikap emosional tetap stabil. Pertentangan yang dialami dalam diri, situasi kekecewaan (frustrasi, suasana kesedihan dan sebagainya) akan berdampak buruk terhadap hasil belajar Anda. Yang mesti diperhatian adalah Anda harus menjaga suasana hati/emosi. Diharapkan emosi Anda tetap tenang dan stabil menjelang ujian. Sebelum ujian Anda mampu mengatasi hal-hal mungkin akan mengganggu konsentrasi belajar Anda. Agar pikiran Anda tidak terbagi dan tetap terpusat dalam menghadapi ujian, perbanyaklah melakukan ibadah, karena ibadah merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan ketenangan.

Persiapan Teknis

Persiapan teknis yaitu persiapan yang berkaitan dengan penyediaan perlengkapan yang akan digunakan dalam ujian nanti, misalnya pena, mistar penghapus, pensil, dan peraut pensil. Perlengkapan itu sebaiknya disiapkan H-1 sebelum ujian. Anda tidak akan lulus jika ternyata pensil 2B yang akan Anda pakai ternyata palsu, karena proses pemeriksaan hasil ujian menggunakan teknologi komputer. Sebelum ujian, yakinkan bahwa pensil 2B yang digunakan adalah benar-benar asli. Selain itu, sebelum ujian berlangsung Anda harus mengecek lokasi ujian dan tempat duduk.

Persiapan Materi Uji

Persiapan materi uji merupakan persiapan yang sangat penting karena persiapan materi uji ini akan menentukan kelulusan Anda. Persiapan materi uji hendaknya dilakukan sejak dini (jauh-jauh hari sebelum ujian). Menurut penelitian beberapa ahli, belajar borongan itu tidak baik dan hasilnya hanya membawa kesia-siaan. Jadi, disarankan H-1 sebelum ujian Anda tidak diperkenankan lagi memporsil diri untuk belajar. Istirahat yang cukup.

Perbanyak latihan menjawab soal dengan teman. Caranya: Ajaklah teman Anda untuk membentuk kelompok kecil sebagai kelompok belajar. Pesertanya tidak lebih dari 3 orang. Jika pesertanya terlalu banyak (lebih dari 3 orang), dikhawatirkan proses belajar menjadi tidak fokus pada materi yang akan dipelajari.

Pada Saat Ujian

Ada 10 hal yang harus diperhatikan pada saat ujian, yaitu:

1. Pastikan bahwa Anda tidak lupa membawa kartu peserta ujian.
2. Pastikan bahwa Anda tidak terlambat datang ke lokasi ujian.
3. Pastikan bahwa Anda tidak lupa membawa perlengkapan ujian, seperti pena, pensil 2B, mistar, penghapus, atau papan alas.
4. Pastikan bahwa Anda tidak melanggar tata tertib ujian. Anda bisa dikeluarkan dari ruang ujian jika melanggar.
5. Pastikan bahwa semua identitas Anda ditulis dengan benar dan lengkap di lembar jawaban.
6. Kerjakan soal dengan tenang.
7. Pusatkan pikiran Anda untuk selalu berkonsentrasi menjawab soal-soal.
8. Awali semua pekerjaan dengan berdoa kepada Allah SWT.
9. Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah, kemudian baru Anda berusaha untuk menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa ragu-ragu untuk menjawabnya.
10. 15 menit sebelum waktu ujian berakhir sebaiknya Anda sudah selesai menyelesaikan ujian, agar anda memiliki waktu untuk mengoreksi ulang mengenai identitas (nama dan nomor ujian), soal dan jawaban anda

Kikir dan Ragum


 beserta cara, fungsi dan kegunaan,.,., bro

1. Macam-macam kikir dan fungsinya
Kegunaan kikir pada pekerjaan penyayatan untuk meratakan dan menghaluskan
suatu bidang,membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
membuat rata dan sejajar, membuat bidang-bidang berbentuk dan sebagainya.
Adapun bentuk kikir itu dibuat bermacam-macam sesuai dengan fungsi dan
kebutuhannya.
Berikut ini bentuk kikir dan fungsinya :
a.     Kikir gepeng (plat) tebal kikir seluruhnya sama, lebar kikir kearah ujungnya menirus kikir.Fungsinya untuk meratakan dan membuat bidang sejajar dan tegak lurus.
b.  Kikir blok lebar kikir seluruhnya sama,lebar kikir bagian ujungnya berkurang. Fungsinya membuat rata, sejajar dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
c.     Kikir segi empat (square) , fungsinya membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
d.     Kikir segitiga (Treangle) bentuknya segi tiga,segitiga kikir pada bagian ujungnya
mengecil. Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60
atau lebih besar.
e. Kikir pisau (knife) bentuknya mirip pisau,fungsinya untuk meratakan dan     menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih kecil
f.        Kikir setengah bulat (half round), fungsinya untuk menghaluskan,meratakan dan
membuat bidang cekung.
g.    Kikir silang (crossing) fungsinya untuk menghaluskan bidang cekung,dan membuat bidang cekung.
h.      Kikir bulat (round) bentuk bulatnya pada ujungnya makin mengecil.Fungsinya untuk menghaluskan dan menambah diameter bidang bulat.

Menurut kasarnya gigi, kikir dibagi atas:
a.     Gigi kasar (bastard) dipakai untuk pengerjaan awal.
b.     Gigi sedang (second cuts) dipakai untuk finishing atau menghaluskan bidang benda kerja.
c.    Gigi halus (smooth cuts) dipakai untuk finishing atau menghaluskan bidang benda kerja.
2. cara posisi mengikir yang baik dan benar

a.     Posisi Kaki
Selama mengikir, posisi berada di sebelah kiri ragum dengan kaki tetap pada tempatnya. Kedua lutut harus dibentangkan, dan jarak antara kadua kaki disesuaikan dengan panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki kira-kira 30° untuk kaki kiri dan kurang lebih 75° untuk kaki kanan

b.     Gerakan Badan dan Lutut

Badan berdiri tegak pada posisi awal dan selanjutnya dicondongkan ke depan selama gerakan pemotongan berlangsung. Kaki kanan tetap lurus selama proses pengikiran dan lutut kiri dibengkokkan ke dalam. Pandangan mata selalu tertuju pada benda kerja

c.     Memegang Kikir

Tangan kanan memegang gagang kikir dengan teguh. Ujung gagang di tekan dengan telapak tangan bagian tengah. Ibu jari terletak di atas dan jari-jari lainnya di bawah gagang. Tempatkan telapak tangan dan ibu jari tangan kiri pada ujung kikir. Jari-jari lainnya terletak di luar ujung kikir tersebut, dengan keadaan rapat satu sama lain dan melipat ke bawah, tetapi tidak menggenggam ujung kikir. Jika bekerja dengan menggunakan kikir kecil, maka gagang kikir harus dipegang dengan genggaman yang ringan dan tekanannya cukup dilakukan oleh jari-jari dan ibu jari saja.


d.     Tekanan Pada Kikir

Tekanan yang diberikan pada kikir tergantung pada ukuran kikir dan benda kerja. Pada saat mulai mengikir, tekanan yang paling besar harus terdapat pada tangan kiri dan tekanan yang ringan berada pada tangan kanan. Pada saat kikir berada di tengah-tengah benda kerja yang dikikir, tekanan kedua tangan harus sama besar. Jika posisi kikir telah berada pada ujung langkah, tekanan tangan kiri harus diperingan dan tekanan tangan kanan berada dalam keadaan maksimal. Pada saat langkah ke belakang tidak ada penekanan sama sekali.


3. cara pemansangan ragum dan fungsinya
a.     Cara pemasangan ragum

Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja.Untuk membuka rahang ragum dilakukan dengan cara memutar tangkai/tuas pemutar ke arah kiri (berlawanan arahjarum jam) sehingga batang berulir akan menarik landasan tidak tetap pada rahang tersebut, demikian pula sebaliknya untuk pekerjaan pengikatan benda kerja tangkai pemutar diputar ke arah kanan (searah jarum jam).

Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu, teknik pengaturan tinggi ragum yang sesuai dapat dilakukan dengan aturan tersendiri. 

Tinggi ragum harus disesuaikan dengan bentuk dari benda yang akan dikerjakan dan dengan ketinggian orang yang menggunakan. Untuk pengikiran yang menggunakan tenaga yang besar, ragum harus di pasang lebih rendah.
Untuk orang yang tinggi, biasanya ketinggian ragum diatur oleh alas yang rata, sedangkan untuk orang yang pendek, tinggi yang sesuai dapat diatur oleh alas kayu/jeruji di atas lantai. Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu, teknik pengaturan tinggi ragum yang sesuai dapat dilakukan dengan aturan tersendiri.

b.     Fungsi ragum

Ragum berfungsi untuk menjepit benda kerja secara kuat dan benar, artinya penjepitan  oleh  ragum  tidak  boleh  merusak  benda  kerja. Biasa digunakan untuk menjepit benda kerja pada waktu pekerjaan mengikir, memahat dan yang lainnya. Umumnya terbuat dari besi tuang atau baja tempa.
Berdasarkan kapasitasnya untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan tetap, ragum dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam produksi di bengkel-bengkel kecil dimana umumnya memerlukan penyesuaian peralatan dan teknik/metode untuk pekerjaan-pekerjaan secara manual dengan tangan. Operasi-operasi di bengkel besar akan memerlukan jig atau alat tekan yang dapat digabung dengan ragum tertentu atau alat lain dari ragum biasa.
 

:Teknik::Kejurusan: Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger